Perkembangan Industri Kerajinan Tembaga Desa Tumang di Era Modern

Pendahuluan
Setelah memahami sejarah panjang Desa Tumang sebagai pusat kerajinan tembaga dan kuningan, menarik untuk melihat bagaimana desa ini berkembang di era modern. Meski mempertahankan teknik tradisional, Tumang berhasil beradaptasi dan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Inilah yang menjadikan kerajinan Tumang tetap hidup, digemari, dan dikenal hingga mancanegara.
Artikel ini membahas perjalanan industri kerajinan Tumang di masa kini: inovasi, tantangan, perkembangan teknologi, hingga peluang masa depan.
Transformasi Produk: Dari Tradisional ke Premium Art
Pada awalnya, produk Tumang sebagian besar berupa peralatan rumah tangga seperti wajan, kuali, kendi, dan perabot dapur. Namun kini, jenis produk telah berubah drastis. Pasar membutuhkan sesuatu yang lebih artistik, eksklusif, dan mengutamakan estetika.
Jenis Produk Modern yang Kini Populer:




Lampu gantung mewah (chandelier)
Ornamen masjid
Kubah masjid tembaga
Kaligrafi custom
Logo instansi dan perusahaan
Dekorasi hotel dan restoran
Patung dan relief dinding
Aksesoris interior rumah mewah
Transformasi ini menunjukkan bahwa para pengrajin Tumang tidak hanya bertahan, tetapi juga menciptakan karya seni berkelas tinggi.
Perkembangan Teknologi Pengerjaan
Meskipun teknik manual tetap menjadi identitas, era modern membawa alat-alat baru yang membuat proses lebih cepat dan presisi.
Teknologi yang Sekarang Digunakan:
Laser Cutting
Memungkinkan pembuatan pola rumit yang sebelumnya hanya bisa dibuat dengan ketok manual.Mesin Bubut Logam
Membantu membentuk bagian-bagian simetris seperti tiang lampu atau komponen kubah.Mesin Hidrolik Ketok
Menghemat tenaga dan mempercepat proses pembentukan plat.Kompressor & Spray Painting
Untuk menghasilkan finishing yang lebih rapi dan tahan lama.Welding Modern (TIG/MIG)
Pekerjaan penyambungan jadi lebih kuat dan bersih.
Perpaduan teknik tradisional dan teknologi modern membuat produk Tumang memiliki ciri unik: sentuhan seni manual tetapi tetap presisi.
Meningkatnya Permintaan dari Proyek Besar
Dalam 10–15 tahun terakhir, permintaan kerajinan tembaga dan kuningan dari Tumang meningkat pesat karena banyak proyek konstruksi dan renovasi memerlukan elemen dekoratif bernilai seni.
Beberapa sektor yang paling sering memesan:

Pembangunan masjid
Gedung pemerintahan
Hotel berbintang
Rumah mewah dan vila
Kafe dan restoran bertema klasik
Kantor perusahaan swasta
Instansi TNI & POLRI (logo dan lambang)
Produk unggulan seperti kubah masjid dan chandeliers berskala besar sekarang menjadi simbol keahlian para pengrajin Tumang.
Generasi Muda Mulai Terlibat dalam Industri
Salah satu perubahan paling penting adalah meningkatnya keterlibatan generasi muda. Banyak anak-anak muda dari Tumang yang kini aktif menjadi:
desainer produk
operator mesin
digital marketer
pemilik galeri online
pengelola usaha keluarga
Mereka tidak hanya bekerja sebagai pengrajin, tetapi juga membawa ide-ide baru seperti:
desain modern minimalis
teknik kombinasi tembaga dengan kayu atau resin
branding profesional
penjualan melalui marketplace dan media sosial
Inilah yang membuat industri kerajinan Tumang semakin relevan dengan zaman.
Perluasan Pasar Nasional dan Internasional
Tidak bisa dipungkiri bahwa Desa Tumang kini menjadi salah satu eksportir kerajinan logam terbesar di Indonesia. Produk dari Tumang telah dikirim ke:
Malaysia
Brunei Darussalam
Singapura
Qatar
Uni Emirat Arab
Australia
Jepang
Eropa
Produk yang paling banyak dipesan dari luar negeri umumnya ialah kaligrafi tembaga, lampu gantung besar, dan ornamen masjid.
Untuk pasar lokal, hampir setiap kabupaten di Indonesia pernah menggunakan produk dari Tumang, terutama untuk pembangunan masjid dan hotel.
Digitalisasi Industri Kerajinan Tumang
Digitalisasi adalah salah satu faktor terbesar yang membuat Tumang semakin berkembang.
Perubahan signifikan berkat digitalisasi:
Pemasaran via Instagram, Facebook, dan TikTok
Penjualan online melalui marketplace
Website perusahaan untuk penawaran proyek
Upload portofolio berkualitas tinggi
Layanan konsultasi desain online
Banyak pengrajin kini membuat brand sendiri secara profesional sehingga menaikkan nilai dan kepercayaan pelanggan.
Kendala yang Masih Dihadapi Pengrajin Tumang
Meskipun berkembang pesat, industri kerajinan Tumang tetap menghadapi beberapa tantangan, seperti:
1. Harga Bahan Baku Tidak Stabil
Tembaga dan kuningan sangat dipengaruhi harga pasar global.
2. Sulitnya Regenerasi Pengrajin Manual
Anak muda lebih suka bekerja di bidang digital, sehingga tenaga pengrajin manual kadang berkurang.
3. Persaingan Produk Impor Murah
Banyak produk imitasi dari luar negeri yang dijual lebih murah meski kualitasnya rendah.
4. Modal Produksi Besar untuk Proyek Besar
Kubah dan proyek hotel membutuhkan modal awal tinggi untuk material.
Namun dengan inovasi dan kerja sama antar-pengrajin, tantangan ini dapat teratasi.
Peluang Masa Depan Industri Kerajinan Tumang
Melihat perkembangan saat ini, masa depan Desa Tumang tampak semakin cerah. Peluang besar ada pada:
meningkatnya pembangunan masjid di Indonesia
tren dekorasi rumah mewah
permintaan pasar luar negeri
meningkatnya minat terhadap produk handmade
kolaborasi dengan arsitek dan desainer interior
wisata edukasi kerajinan
Jika pembangunan dan inovasi terus berjalan, Tumang dapat menjadi sentra kerajinan logam terbesar di Asia Tenggara.
Kesimpulan
Perkembangan industri kerajinan tembaga di Desa Tumang di era modern merupakan contoh sukses bagaimana tradisi dapat berdampingan dengan inovasi. Dengan kreativitas pengrajin, penggunaan teknologi, digitalisasi, dan dukungan generasi muda, Tumang terus berkembang menjadi pusat kerajinan berskala nasional dan internasional.
Industri ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tumang, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas kerajinan Indonesia.
Sejarah Desa Tumang: Sentra Kerajinan
